Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membaca Meteran (Pita Ukur) dalam Satuan Meter

 


Apakah Anda merasa bingung membaca pita ukur atau meteran dalam satuan meter dan tidak bisa mengartikan garis dan angka yang ada di sana? Apakah Anda baru kali pertama ini menggunakan sistem metrik (satuan meter)? Jika iya, jangan khawatir! Mungkin ini terlihat sulit di saat awal, tetapi setelah memahaminya, Anda pasti bisa mencatat dan mengonversi angka yang diinginkan dalam waktu singkat. Mungkin Anda biasa menggunakan sistem imperial (misalnya karena tinggal di AS atau Myanmar), tetapi sebagian besar negara di dunia menggunakan sistem metrik (termasuk Indonesia). Jadi, kemampuan untuk membaca pita ukur dalam satuan meter pasti sangat berguna.

Carilah baris yang menunjukkan pengukuran metrik.

Meter merupakan bagian dari sistem metrik. Jangan membaca angka yang tercantum dalam pengukuran imperial, tetapi carilah bagian metriknya. Sistem metrik pada umumnya ditempatkan di baris bawah, yang berisi angka lebih kecil. Sistem imperial biasanya berada di baris atas, yang berisi angka yang lebih besar. Untuk memastikannya, periksa label huruf yang bertuliskan “cm”, “meter”, atau “m” karena ini merupakan pengukuran metrik.

  • Tidak semua pita ukur mencantumkan label huruf, tetapi jika ada, hurufnya akan ditulis di ujung kiri meteran.
  • Apabila Anda hanya menjumpai satu baris tanda, cobalah membalik pita ukur. Sisi di baliknya mungkin mencantumkan banyak tanda pengukuran.
  • Apabila Anda hanya menemukan label dalam sistem imperial, misalnya “inci” dan “kaki”/”ft”, berarti Anda memiliki pita ukur khusus untuk sistem imperial.

Kenali milimeter.

Milimeter merupakan subunit yang membentuk meter. Pada baris metrik yang ada di pita ukur, milimeter merupakan tanda paling kecil yang tidak diberi label. Sepuluh milimeter akan membentuk 1 sentimeter. Ini artinya, Anda akan menjumpai 9 garis milimeter di antara setiap angka sentimeter di pita ukur karena garis kesepuluh akan menjadi angka sentimeter berikutnya.

  • Sebagai contoh, Anda akan menjumpai 9 garis pendek di antara angka “4” dan “5”.

Carilah tanda sentimeter.

Sentimeter merupakan subunit berikutnya yang membentuk meter. Tandanya lebih besar dan diberi label angka di baris metrik. Di tengah-tengah tanda sentimeter juga akan dicantumkan garis yang agak panjang. Ini adalah garis 1/2 sentimeter, yang dibentuk dari 5 milimeter. Garis ini lebih panjang daripada garis milimeter yang lain, tetapi lebih pendek daripada garis sentimeter. Garis ini pada umumnya tidak memiliki label.

  • Sebagai contoh, Anda akan menjumpai garis yang agak panjang di antara angka “3” dan “4”. Garis ini menunjukkan bahwa ukurannya adalah 3,5 cm (3 sentimeter lebih 5 milimeter).

Carilah tanda meter.

Satu meter terbentuk dari 100 sentimeter. Ini berarti di setiap garis yang memiliki panjang 100 sentimeter akan ditandai meter.

  • Sebagai contoh, Anda akan menjumpai tulisan 3 meter pada garis yang memiliki panjang 300 sentimeter.

Ukur suatu benda dan catat hasil pengukurannya.

Setelah bisa mengenali dan membaca garis metrik, sekarang Anda telah siap untuk melakukan pengukuran! Mulailah dari ujung kiri pita ukur, yang biasanya diberi label “0”. Lihatlah di bagian kanan pita ukur, yang sejajar dengan tepi benda yang Anda ukur, dan catat angkanya.

  • Sebagai contoh, hasil pengukuran di angka 205 sentimeter berarti sama dengan 2,05 meter.
  • Hasil pengukuran pada garis 4 milimeter sesudah tanda 2 sentimeter berarti benda tersebut memiliki panjang 2,4 sentimeter.

 

Pahami kapan harus melakukan konversi.

Jika hasil pengukurannya lebih dari 100 sentimeter, angkanya bisa dilihat di pita ukur meter. Sebagai contoh, jika hasil pengukurannya adalah 205 sentimeter, berarti Anda hanya perlu mencatat 2,05 meter, dan tugas Anda telah selesai tanpa harus melakukan konversi. Akan tetapi, jika hasil pengukurannya kurang dari 1 meter, Anda harus melakukan konversi.

  • Sebagai contoh, apabila Anda mengukur benda yang berukuran 13 sentimeter dan ingin mendapatkan angka dalam bentuk meter, Anda harus mengonversi hasil pengukuran dalam sentimeter ini menjadi meter.

Konversi milimeter ke meter.

Gunakan konversi ini apabila hasil pengukurannya kurang dari 1 sentimeter. Satu meter sama dengan 1.000 milimeter. Jadi, bagilah hasil pengukuran dalam milimeter dengan 1.000 untuk mendapatkan meter.

  • Sebagai contoh, jika hasil pengukurannya adalah 5 milimeter, bagilah angka 5 dengan 1.000 (5/1.000), yang akan menghasilkan 0,005 meter.

Konversi sentimeter ke meter.

Gunakan konversi ini apabila hasil pengukurannya lebih dari 1 sentimeter. Satu meter sama dengan 100 sentimeter. Bagilah hasil pengukuran dalam sentimeter dengan 100 untuk mendapatkan meter.

  • Sebagai contoh, jika hasil pengukurannya adalah 9,5 sentimeter, bagilah 9,5 dengan 100 (9,5/100), yang akan menghasilkan 0,095 meter.

Tips

  • Penggunaan berbagai jenis pita ukur tidak akan memengaruhi metode ini karena konversinya akan tetap sama.

 

 

Posting Komentar untuk "Cara Membaca Meteran (Pita Ukur) dalam Satuan Meter"

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel